Sunday, May 8, 2011

enam huruf..

kepada malam yang mengantarkan pagi atas perintahNya..
kepada dingin yang merasuk hingga bangunkan tiap helai rambut pada tubuh..
kepada kebisuan yang berteriak dalam riak-riak kerinduan..
atau sekedar ketulusan yang mungkin lebur dalam tatap ucap bahagia-bahagia nya..
sentuhan lembut pada ringkihnya jiwa yang merintih tertatih memang takan pernah terlupakan, meski seringkali hujan hadir menghujam coba menghapus tiap lembut sentuhan itu.. atau bahkan kerontang  terik kala sang matahari bertahta dengan angkuhnya, sungguh takan hadirkan kehausan-kehausan yang berkelanjutan.
sebab cukup!
sangat cukup!
akan selalu cukup..
untuk tiap senyum yang merekah, terimalah..
untuk tiap luka yang digoreskan, maafkanlah..
bercerminlah..
seperti penjaga lima huruf kala itu.......... datang dan pergi tanpa beban.. hilang ya sudah, ada lantas alhamdulillah...
atau seperti sayyid qutb dengan senyuman memabukkan kala mendekat pada ketetapan atasnya... memabukkan........ menjungkirbalikkan waras sang penjaga.. ah bukan, bukan,, hanya saja ketulusan memang akan selalu terlihat tulus, ia kian terjaga sedemkian rupa-pada setiap mata yang melihat-pada setiap telinga yang mendengar-ah pasti terasa pun pada hati-hati yang mati rasa....
itulah betapa sulitnya menjaga diawal-tengah-hingga akhir..
oh perjuangan.....................
hati.....
mau.... ingin.... harap....
segala macam nama atas rasa...
dan maaf, hanya ini yang ku tangkap dari pertemuan kala itu.. sebegini saja mampuku mencerna tiap bait suara kala itu. banyak, banyak hal yang terlewat dalam pengabadian ini. ya memang beginilah aku (ah? apa??) ketika sore dengan nafas-nafas ruhiy yang mulai melemah-namun takdir Ia gariskan untuk masih terjaga, tertolong (dan Ia tak pernah terlambat sedikitpun), hingga mengepal jemari memekikkan azzam dalam dada: ikhlas kan.. ikhlas lah...

No comments:

Post a Comment